✕

DON'TS / LARANGAN

  • Avoid using foul language or shouting within the temple grounds. Berkata kasar atau berteriak di area pura.
  • Do not litter; please dispose of trash in the bins provided. Membuang sampah sembarangan.
  • Strictly no climbing on shrines or sacred structures (Pelinggih). Memanjat bangunan suci atau pelinggih.
  • Do not wear inappropriate or revealing clothing. Menggunakan pakaian tidak sopan.
  • Do not disturb or interrupt ongoing religious ceremonies. Mengganggu jalannya upacara persembahyangan.
  • Do not enter restricted sacred areas without permission. Masuk ke area suci tanpa izin.
  • Do not damage or deface any temple facilities or sacred objects. Merusak fasilitas atau benda suci di pura.
  • Please remove your footwear before entering the inner temple courts. Tidak boleh menggunakan alas kaki pada saat memasuki areal pura.
✓

DOS / ANJURAN

  • Wear neat and respectful traditional attire. Memakai pakaian adat yang sopan dan rapi.
  • Wear a kamen (sarong) and a sash around the waist. Menggunakan kamen dan selendang.
  • Maintain silence and tranquility while inside the temple area. Menjaga ketenangan saat berada di pura.
  • Show respect to those who are praying or performing ceremonies. Menghormati orang yang sedang sembahyang.
  • Keep the temple grounds clean and litter-free. Menjaga kebersihan area pura.
  • Observe local customs and follow the guidance of the temple authorities (Pengempon). Mengikuti aturan adat dan arahan pengempon pura.
  • Pray with solemnity and maintain a respectful attitude. Berdoa dengan khusyuk dan sopan.

SEJARAH & MITOLOGI

Sejarah Pura Siwa

Pura Siwa terletak di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali. Pura ini berada di bawah kaki Gunung Batukaru dan dikelilingi hutan serta perkebunan warga. Kawasan ini dikenal memiliki suasana yang sangat sejuk dan sakral.

Menurut sejarah masyarakat setempat, kawasan Pura Siwa dahulu merupakan hutan keramat yang digunakan sebagai tempat pertapaan dan pemujaan Siwa-Budha. Pura ini menjadi bukti adanya padukuhan atau pasraman Siwa-Budha di wilayah Pujungan sejak zaman dahulu.

Pura Siwa kini menjadi tempat persembahyangan yang ramai dikunjungi pamedek dari berbagai daerah di Bali bahkan luar Bali. Banyak umat datang untuk berdoa, melukat, dan memohon keselamatan serta kesehatan rohani.

Di kawasan pura terdapat beberapa pelinggih serta patung orang suci yang terbentuk dari lilitan akar pohon. Hal tersebut menjadi salah satu daya tarik spiritual dari Pura Siwa. Keberadaan pura ini menunjukkan bahwa daerah Pujungan sudah memiliki kehidupan spiritual Hindu sejak berabad-abad lalu.

TATA CARA PERSEMBAHYANGAN

Tata Cara Persembahyangan
  1. Melaksanakan persembahyangan di Patung Ki Budhi Dharma.
  2. Melaksanakan Persembahyangan Di Areal Pura Siwa dimulai dari Menghaturkan Banten Pejati.
  3. Melaksanakan Panca Sembah dan Nunas Tirta.
  4. Diarahkan ke atas untuk menuju ke Patung Lingga Yoni dan Melakukan Pengelukatan serta Sungkeman.
  5. Diarahkan kembali ke tempat awal dan melakukan penyiraman Lingga Yoni menggunakan susu sapi.
Scroll to Top